Individu bukan objek virtual

Terkadang akun akun terkena bajak atau hack membuat kita cukup ketakutan jika data atau 'wajah' kita di sosial media digunakan oleh orang lain. Namun ...

cover Individu bukan objek virtual

Terkadang akun akun terkena bajak atau hack membuat kita cukup ketakutan jika data atau 'wajah' kita di sosial media digunakan oleh orang lain. Namun sebenarnya ini adalah konsekuensi ketika kita masuk ke dunia virtual. Dengan memberi atau membuat identitas dan menyimpan data di vitual, artinya kita pasti akan terkena pembajakan. Pembajakan ini sebenarnya telah terjadi di dunia nyata kita bukan? maling, pencuri, jambret dan seterusnya. Sehingga sangat lah wajar jika banyak maling yang orang jahat di dunia digital ini.

Sikap kita sebenarnya dibagi menjadi dua, yakni sikap ketika kita di bajak, dan sikap ketika teman atau kenalan kita yang dibajak. Sikap terbaik ketika terkena dibajak adalah menyesal, sesali kelalaian kita karena terkadang jika kita tidak melakukan hal yang buruk, itu berasal dari kelalaian kita dalam menggunakan dunia ini, misalnya seperti menyombongkan kepunyaan kita. Yang kedua bisa saja berasal dari ketidaktahuan kita, seperti menggunakan internet gratisan, atau aplikasi bajakan. Mau tidak mau sikap menyesal dan menerima kondisi lah yang terbaik. Sangat sulit memang mendapatkan kembali data virtual kita dari orang lain, karena pasti data tersebut bisa saja di duplikat terlebih dahulu atau di beri virus dan seterusnya. Jika mengadu ke pengadilan pun akan sangat sulit, karena hacker atau pembajak biasanya sangat pintar sehingga butuh waktu untuk menemukannya.

Sikap jika teman atau kenalan kita terkena pembajakan, maka kita harus menilai individunya terlebih dahulu. Maksudnya adalah, jika A di bajak, dan tiba tiba ia melontarkan status tidak senonoh, maka yang harus kita lakukan bukan memakinya, namun kita harus sadar jika dia bajak, beda cerita jika dia memang selalu seperti itu.

Sehingga, kita harus lebih memandang diri kita sendiri, bukan merawat vitual diri kita, jati diri kita tidak bisa di ratas oleh sesuatu, namun hal selain itu bisa saja hilan dari diri kita, sikap setelahnya yang harus kita amati dan perhatikan.

Berikan moral dan kebijaksanaan untuk menggunakan teknologi berbasis virtual, gunakan produk resmi, atau tidak mencoba 'mencolok' dengan negatif.

avatar randynetworks
@randynetworks

23 Kontribusi 5 Poin

Diperbarui 2 tahun yang lalu

Belum ada Jawaban. Jadi yang pertama Jawaban

Login untuk ikut Jawaban